Postingan

CHAPTER 6 : Heartfelt Conversation

Gambar
Bara itu mulai melemah,  menampilkan sisi-sisi paling gelap di dalam diri. Takut pada ekspetasi. Takut mengejar harapan. Takut gagal. Takut sendirian. Takut pada hal yang bahkan tidak ada. Segala ketakutan itu mendadak memenuhi sekujur tubuh dan secara perlahan menggerogoti rasa aman di dalam hati, hanya menggantung beribu pertanyaan yang entah dari mana asalnya. Kamu tidak pernah selesai jika berbicara tentang ekspetasi yang terkadang sampai menarik kita pada perasaan kecil lebih dari pada apa yang sudah kamu kerjakan, tapi apakah benar kalau ini yang kita cari? Pertarungan yang mungkin bisa kamu hindari,  dengan mulai mendengarkan suara hati dan berhenti terlalu keras pada diri sendiri, maklumi bahwa setiap pergerakan pun tetap memiliki artinya. Cobalah sesekali bersikap lebih baik pada dirimu sendiri, sama seperti yang bisa kamu lakukan pada orang-orang. Mencoba menghargai melalui cara yang paling sederhana, demi ketenangan yang terjaga.  Siapkah kamu untuk...

CHAPTER 5 : Unclaimed Letter

Gambar
Untuk Versi Kecil Diriku Hai jiwa kecil yang penuh mimpi dan rasa penasaran! Tulisan ini dikirim dari masa depan, tempat yang mungkin tidak pernah kamu bayangkan. Disini mimpi-mimpimu mengalami banyak perubahan dan ternyata apa yang kamu anggap sebagai ketakutan itu tidak benar-benar terjadi, malah terkadang menjadi sebuah kekuatan yang mendorongmu untuk bisa melangkah lebih jauh lagi. Terima kasih karena sudah menghabiskan waktu untuk puas bermain dan melakukan berbagai hal tanpa perlu banyak pertimbangan. Meski kadang terkena marah karena dianggap terlalu nakal, tapi masa itu tetap dikenang untuk waktu yang lama, bahkan kalau bisa ingin diulang kembali. Tolong maafkan juga jika dulu timbul perasaan tidak didengar atau terabaikan atas apa yang ingin kamu sampaikan hingga menorehkan sebuah luka, semoga itu tidak memudarkan keceriaan dan senyum yang ada di bibirmu.  Satu hal yang perlu kamu ingat, janganlah terlalu cepat dewasa, nikmatilah setiap masa yang ada di depan ...

CHAPTER 4 : Ordinary Days

Gambar
Alarm berbunyi, itu tandanya harus segera memulai hari, meski terlalu berat rasanya untuk meninggalkan kasur dengan ribuan mimpi. Kembali melakukan hal berulang setiap hari, mulai dari pagi hingga ke pagi berikutnya. Aku setuju jika itu sewaktu-waktu terasa membosankan dan biasa saja, tapi mungkin memang itu adalah proses di mana kita bisa menemukan rutinitas yang paling cocok—meski aku yakin pasti nanti bosan itu akan datang lagi cepat atau lambat. Ya namanya juga manusia. Makhluk di bumi yang selalu merasa tidak cukup dengan apa kepunyaannya. Selalu ingin sesuatu yang baru, sesuatu yang lebih menarik. Itu sah-sah saja, bahkan bisa menambah nilai positif jika memang digunakan melalui cara yang benar, contoh sederhananya adalah keinginan untuk belajar hal baru atau mencari hobi baru. Selama itu tidak berupa pelarian yang bisa merugikan diri sendiri. Selain cepat bosan, satu kebiasaan lain adalah simbiosis membandingkan diri dengan orang lain. Para fresh graduate merasa iri ...

CHAPTER 3 : We Are Still Becoming

Gambar
Menjadi Dewasa   Aku kembali membuka mata,  Saat waktu tak henti memburu.  Hal yang dulu sebatas kata,  Telah menjadi babak baru.  Siap bukan menjadi pilihan,  Tak tertulis di dalam daftar. Memasuki usia puluhan, Hidup datang dengan gentar. Meski belum terlalu matang,  Tapi tertampar oleh kenyataan. Pilihan hidup membentang, Menunggu diambil keputusan. Mungkin beginilah dewasa, Ketika semua tak lagi sederhana. Dan aku harus tetap terima,  Bahwa dunia telah berbeda. Pundak yang Berat Laksana langit yang mendung,  Beban menumpuk tak terbendung. Melawan belati mengiris asa, Hanya helaan nafas yang tersisa. Bagaimana ku sambut pagi? Saat cobaan silih berganti. Tak memberi waktu sejenak,   Terus saja meninggalkan jejak. Ingin aku kembali ke masa lalu, Disaat langit masih terlihat biru. Mendengar hangatnya tawa,  Bukan sebuah rasa kecewa. Tapi jangan salahkan keadaan, Sebab hidup butuh pembuktian. Salah benarnya urusan nanti,...

CHAPTER 2 : Between You and Your Busy Mind

Gambar
02.00 A.M. Hanya aku dan jam dua dini hari,  Di mana isi kepala mulai menari. Mengulas kembali kejadian sehari, Begitu terampil aku menipu diri. Rasanya terlalu familiar,  Hingga menjelma menjadi liar. Terkunci diri di sudut kamar,  Memendam tangis tak terdengar. Terlampau sunyi,  Sampai aku menepi. Bertarung dengan sepi, Melampaui semua bunyi.  Ingin aku berbagi rasa, Karena ini terlalu menyiksa. Berteriak pun tak bisa,  Hanya hampa yang tersisa. Bising Berisik, jangan kau usik, Kepala ini bukan medan konflik. Berbalik, menjauh dari pelik, Kebinasaan kian mencekik. Aku sedang bersandiwara, Menunggu si hitam itu sirna. Kembali menjadi berwarna, Saat tawa kembali bernyawa. Berisik, berhenti kau kulik, Kegelisahan meraung kencang. Berbalik, sebelum menjadi toksik, Kesadaran diri menolak tumbang. Tak ku izinkan kau datang lagi, Walau sesak yang menyerang. Riuh ini tak perlu kuturuti, Hingga damai semakin terang. Overthinking, Lagi? Terjebak lagi ku dis...

CHAPTER 1: Between You and Your Flaws

Gambar
Halaman Tersembunyi Terkurung dalam lamunan, Membeku dalam ingatan. Menghilang dalam angan, Terbuai dalam bayangan. Duka tertanam tanpa suara, Rintihan hati kian menggema. Berusaha kuat agar tak runtuh, Mencari damai yang kau butuh. Bagian ini tidak ingin dibaca, Tidak perlu juga dicerca. Rasakan secara perlahan, Tanpa tuntutan, tanpa paksaan. Di halaman ini jiwaku diuji, Menyusuri jalanan berduri. Merebak keluar dari ilusi, Demi keutuhan yang sejati. Sebuah Pengakuan Ini adalah sebuah pengakuan,  Tentang letih tak berkesudahan. Ungkapan ini akhirnya keluar, Mencegah naluri menjadi liar. Apa salah bila kehilangan arah? Apa salah jika ingin menyerah? Saat tujuan yang samar terlihat, Dengan beban yang kian pekat. Retak dulu kemudian bertahan,  Meski gentar aku memilih berjalan. Tak selalu gagah, tak selalu tenang, Langkah ini tetap kupandang. Ini bukan sampah, tapi pengakuan, Catatan jujur membentuk kesadaran. Tidak bisa langsung disingkirkan, Namun layak untuk dimaa...