CHAPTER 4 : Ordinary Days
Alarm kembali berbunyi. Itu pertanda harus memulai hari, meski tubuh masih terlalu berat meninggalkan kasur dengan ribuan mimpi. Sebenarnya tidak ada yang benar-benar baru, hanya rutinitas yang terus berulang-bangun, bekerja, beristirahat, lalu kembali melakukannya lagi di hari esok. Hari-hari seperti ini sering kali terasa biasa, bahkan membosankan dan memuakkan. Namun, mungkin dalam kebiasaan berulang itulah kita sedang belajar mengenal diri sendiri-mencari ritme yang paling mampu membuat kita bertahan. Ketika rasa bosan itu kembali lagi, kita belajar sekali lagi untuk mengelolanya, bukan melarikan diri darinya. Barangkali mengelola diri sendiri bukan tentang memaksa untuk selalu kuat atau selalu produktif, melainkan kemampuan untuk tetap berjalan meski tidak setiap hari terasa menyenangkan. Memberi ruang pada diri sendiri untuk salah, tetapi bukan membiarkan kesalahan itu mengambil alih seluruh arah hidup. Sebagai manusia, kita memang mudah merasa kekurangan. Selalu meli...