Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

CHAPTER 4 : Ordinary Days

Gambar
Alarm berbunyi, itu tandanya harus segera memulai hari, meski terlalu berat rasanya untuk meninggalkan kasur dengan ribuan mimpi. Kembali melakukan hal berulang setiap hari, mulai dari pagi hingga ke pagi berikutnya. Aku setuju jika itu sewaktu-waktu terasa membosankan dan biasa saja, tapi mungkin memang itu adalah proses di mana kita bisa menemukan rutinitas yang paling cocok—meski aku yakin pasti nanti bosan itu akan datang lagi cepat atau lambat. Ya namanya juga manusia. Makhluk di bumi yang selalu merasa tidak cukup dengan apa kepunyaannya. Selalu ingin sesuatu yang baru, sesuatu yang lebih menarik. Itu sah-sah saja, bahkan bisa menambah nilai positif jika memang digunakan melalui cara yang benar, contoh sederhananya adalah keinginan untuk belajar hal baru atau mencari hobi baru. Selama itu tidak berupa pelarian yang bisa merugikan diri sendiri. Selain cepat bosan, satu kebiasaan lain adalah simbiosis membandingkan diri dengan orang lain. Para fresh graduate merasa iri ...

CHAPTER 3 : We Are Still Becoming

Gambar
Menjadi Dewasa   Aku kembali membuka mata,  Saat waktu tak henti memburu.  Hal yang dulu sebatas kata,  Telah menjadi babak baru.  Siap bukan menjadi pilihan,  Tak tertulis di dalam daftar. Memasuki usia puluhan, Hidup datang dengan gentar. Meski belum terlalu matang,  Tapi tertampar oleh kenyataan. Pilihan hidup membentang, Menunggu diambil keputusan. Mungkin beginilah dewasa, Ketika semua tak lagi sederhana. Dan aku harus tetap terima,  Bahwa dunia telah berbeda. Pundak yang Berat Laksana langit yang mendung,  Beban menumpuk tak terbendung. Melawan belati mengiris asa, Hanya helaan nafas yang tersisa. Bagaimana ku sambut pagi? Saat cobaan silih berganti. Tak memberi waktu sejenak,   Terus saja meninggalkan jejak. Ingin aku kembali ke masa lalu, Disaat langit masih terlihat biru. Mendengar hangatnya tawa,  Bukan sebuah rasa kecewa. Tapi jangan salahkan keadaan, Sebab hidup butuh pembuktian. Salah benarnya urusan nanti,...

CHAPTER 2 : Between You and Your Busy Mind

Gambar
02.00 A.M. Hanya aku dan jam dua dini hari,  Di mana isi kepala mulai menari. Mengulas kembali kejadian sehari, Begitu terampil aku menipu diri. Rasanya terlalu familiar,  Hingga menjelma menjadi liar. Terkunci diri di sudut kamar,  Memendam tangis tak terdengar. Terlampau sunyi,  Sampai aku menepi. Bertarung dengan sepi, Melampaui semua bunyi.  Ingin aku berbagi rasa, Karena ini terlalu menyiksa. Berteriak pun tak bisa,  Hanya hampa yang tersisa. Bising Berisik, jangan kau usik, Kepala ini bukan medan konflik. Berbalik, menjauh dari pelik, Kebinasaan kian mencekik. Aku sedang bersandiwara, Menunggu si hitam itu sirna. Kembali menjadi berwarna, Saat tawa kembali bernyawa. Berisik, berhenti kau kulik, Kegelisahan meraung kencang. Berbalik, sebelum menjadi toksik, Kesadaran diri menolak tumbang. Tak ku izinkan kau datang lagi, Walau sesak yang menyerang. Riuh ini tak perlu kuturuti, Hingga damai semakin terang. Overthinking, Lagi? Terjebak lagi ku dis...