CHAPTER 8 : Notes for Heavy Days


Kira-kira apa yang ada di pikiranmu ketika memutuskan untuk berhenti sejenak?

Apakah kamu merasa lemah? Atau justru kamu merasa tertinggal dari semua orang yang ada di sekitarmu?

Entah jawaban seperti apa yang menguasai pikiranmu saat ini, aku yakin ada satu kesamaan, pasti semuanya terasa berat.

Setiap orang pasti punya hari-hari seperti itu. Hari ketika semuanya terasa berjalan di luar rencana dan ketika hal-hal kecil mendadak terasa begitu melelahkan. Di hari-hari seperti itu, mungkin kita tidak perlu menjawab satu per satu pertanyaan yang memenuhi kepala.

Kita hanya butuh berhenti sejenak. Menarik napas yang dalam. Memberikan kesempatan kepada tubuh serta pikiran kita untuk beristirahat sebelum kembali melanjutkan tugas dan tanggung jawab sebagai manusia.

Semua orang memiliki beban yang berbeda, karena itu tidak ada gunanya membandingkan siapa yang paling menderita atau siapa yang paling tidak beruntung. Besar atau kecilnya masalah tidak serta merta diukur menggunakan timbangan yang sama, sebab setiap orang sedang berjuang menghadapi sesuatu yang mungkin tidak pernah kita lihat.

Mungkin hari ini kamu tidak perlu berlari mengejar semuanya dan itu tidak apa-apa.

Tidak setiap hari harus berisi pencapaian yang besar. Tidak setiap hari harus terasa produktif. Hidup tidak sedang berlomba dan kamu tidak sedang dikejar oleh siapa pun.

Kalau usaha terbaik yang bisa kamu lakukan hari ini adalah bertahan, itu sudah cukup. Kita masih bisa mencoba lagi nanti ketika tenagamu sudah kembali pulih.

***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CHAPTER 1: Between You and Your Flaws

CHAPTER 2 : Between You and Your Busy Mind

CHAPTER 4 : Ordinary Days