CHAPTER 9 : Being You
Ada fase yang pelan-pelan datang ketika kita mulai beranjak dewasa.
Bukan karena hidup akhirnya berjalan sesuai rencana atau semua mimpi sudah berhasil diwujudkan. Melainkan ketika ada kesadaran untuk berhenti mengukur diri sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh orang lain, hingga timbul sebuah pertanyaan "Apakah aku sudah jujur pada diriku sendiri?"
Ternyata menjadi diri sendiri bukan sebuah perkara yang sederhana, karena kita terlalu biasa dengan berbagai standar, bahkan sudah sejak kecil. Kita terlalu sibuk memenuhi berbagai peran, hingga melupakan satu hal yang paling penting, yaitu apa yang benar-benar kita inginkan.
Waktu berjalan, kita bertemu banyak orang, kehilangan beberapa di antaranya. Menyadari bahwa mimpi ternyata terus mengalami perubahan dan belajar bahwa hidup tidak selalu punya jawaban yang pasti.
Dari sana kita belajar, tidak semua orang dapat memahami pilihan hidupmu. Tidak semua mampu mendukung semua pencapaianmu dan tidak semua bertahan untuk menyaksikan perjalanan hidupmu sampai akhir. Awalnya itu terasa menyeramkan, tapi setelah disadari lagi justru terasa normal, karena hidup adalah tentang memiliki keberanian untuk menjadi diri sendiri.
Pada akhirnya, hanya kita yang bisa mengendalikan bagaimana cara mengambil pilihan dalam hidup ini. Apakah akan terus mengejar pengakuan dari orang lain atau mulai menerima diri dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki.
Meski butuh waktu yang lama untuk menemukan siapa diri kita, jangan pernah berhenti mencoba untuk pulang kepada diri sendiri, bukan lagi mencari validasi dari orang lain. Sebab menjadi diri sendiri bukan menjadi seseorang yang sempurna, melainkan berani hidup dengan jujur sebagai diri sendiri.
***
Komentar
Posting Komentar